Implementasi ERP di perusahaan manufaktur bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis. Salah satu solusi yang paling banyak digunakan adalah Odoo, platform ERP modular yang fleksibel dan scalable untuk berbagai skala bisnis.

Namun pertanyaan paling umum sebelum memulai proyek adalah: berapa estimasi biaya implementasi Odoo untuk perusahaan manufaktur di tahun 2026?
Artikel ini akan membahas komponen biaya secara detail, skenario anggaran berdasarkan skala perusahaan, serta tips agar proyek tetap efisien dan terkontrol.
Mengapa Perusahaan Manufaktur Membutuhkan Odoo?
Perusahaan manufaktur memiliki kompleksitas lebih tinggi dibanding bisnis jasa atau trading, seperti:
- Bill of Materials (BoM)
- Multi-level Manufacturing Order
- Work Center & Routing
- Quality Control
- Inventory dengan lot/serial number
- Perencanaan produksi (MRP)
- Integrasi pembelian dan penjualan
Modul utama yang biasanya digunakan:
- Manufacturing (MRP)
- Inventory
- Purchase
- Sales
- Accounting
- Quality
- Maintenance
Karena kompleksitas inilah biaya implementasi manufaktur umumnya lebih tinggi dibanding bisnis distribusi biasa.
Komponen Biaya Implementasi Odoo 2026
1. Biaya Lisensi
Odoo memiliki dua versi:
- Community (gratis, open source)
- Enterprise (berbayar, fitur lebih lengkap)
Untuk manufaktur, hampir semua perusahaan menggunakan versi Enterprise karena membutuhkan fitur:
- MRP terintegrasi
- Maintenance
- Quality
- Barcode
- Studio
Estimasi biaya lisensi Odoo Enterprise 2026:
- ± Rp 200.000 – Rp 300.000 per user per bulan
- Tergantung jumlah user dan paket modul
Contoh:
20 user x Rp 300.000 x 12 bulan = Rp 72.000.000 per tahun
2. Biaya Implementasi Odoo (Jasa Konsultan)
Biaya ini mencakup:
- Business Process Mapping
- GAP Analysis
- Konfigurasi sistem
- Custom development
- Data migration
- Training
- Go-live support
Estimasi biaya jasa implementasi manufaktur:
| Skala Perusahaan | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Manufaktur kecil (10–20 user) | Rp 150 juta – Rp 350 juta |
| Manufaktur menengah (20–50 user) | Rp 350 juta – Rp 900 juta |
| Manufaktur besar (50+ user) | Rp 900 juta – Rp 2,5 miliar |
Biaya tergantung pada:
- Kompleksitas routing produksi
- Integrasi mesin / IoT
- Custom report
- Integrasi dengan sistem lama
3. Biaya Customisasi Tambahan
Beberapa kebutuhan manufaktur yang sering memerlukan custom:
- Perhitungan HPP khusus
- Multi gudang dengan aturan unik
- Integrasi mesin produksi
- Approval berjenjang
- Dashboard KPI produksi
Estimasi custom development:
Rp 10 juta – Rp 50 juta per fitur kompleks
4. Biaya Infrastruktur
Pilihan hosting:
Cloud (direkomendasikan)
- VPS: Rp 1 – 5 juta per bulan
- Backup & security tambahan
On-premise
- Server fisik: Rp 50 – 200 juta
- Maintenance IT internal
Sebagian besar perusahaan di 2026 beralih ke cloud karena lebih fleksibel dan scalable.
5. Biaya Maintenance Tahunan
Biasanya 15% – 25% dari total biaya implementasi per tahun.
Mencakup:
- Support
- Minor enhancement
- Bug fixing
- Update minor version
Simulasi Anggaran Implementasi Odoo Manufaktur (2026)
Contoh Perusahaan Manufaktur Menengah (30 User)
- Lisensi: Rp 216 juta/tahun
- Implementasi: Rp 600 juta
- Custom tambahan: Rp 150 juta
- Hosting: Rp 36 juta/tahun
Total Tahun Pertama:
± Rp 1 – 1,2 miliar
Tahun berikutnya (tanpa implementasi ulang):
± Rp 300 – 400 juta per tahun
Faktor yang Paling Mempengaruhi Biaya
- Seberapa rumit alur produksi
- Jumlah user
- Jumlah modul
- Tingkat perubahan dari sistem lama
- Kualitas data existing
- Kebutuhan integrasi eksternal
Semakin banyak custom, semakin mahal dan semakin lama durasi implementasi.
Cara Menghemat Biaya Implementasi
Sebagai strategi anggaran 2026, berikut tips penting:
1. Minimalkan Custom
Gunakan standar Odoo sebisa mungkin.
2. Bersihkan Data Sebelum Migrasi
Data kotor memperlambat implementasi.
3. Implementasi Bertahap (Phased Go-Live)
Mulai dari:
- Inventory
- Purchase
- Sales
Lalu lanjut ke Manufacturing & Accounting.
4. Pilih Partner Berpengalaman Manufaktur
Tidak semua konsultan ERP memahami kompleksitas MRP.
ROI Implementasi Odoo Manufaktur
Jika implementasi berjalan baik, biasanya ROI tercapai dalam 1–3 tahun melalui:
- Pengurangan overstock
- Minimasi downtime mesin
- Efisiensi tenaga kerja
- Kontrol HPP lebih akurat
- Pengurangan kesalahan produksi
ERP bukan sekadar software, tetapi alat transformasi bisnis.
Kesimpulan
Estimasi biaya implementasi Odoo untuk perusahaan manufaktur di tahun 2026 sangat bergantung pada skala dan kompleksitas bisnis. Secara umum:
- Perusahaan kecil: mulai Rp 300 jutaan
- Perusahaan menengah: Rp 800 juta – 1,5 miliar
- Perusahaan besar: bisa di atas Rp 2 miliar
Yang terpenting bukan mencari biaya termurah, tetapi memastikan implementasi berhasil dan sesuai kebutuhan operasional.
Jika direncanakan dengan matang, Odoo dapat menjadi fondasi digitalisasi manufaktur yang kuat dan scalable untuk pertumbuhan jangka panjang.